by

Singapura Naikkan Status Bahaya Virus Korona, KBRI Beri Imbauan ke WNI

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) di Singapura untuk tetap waspada akan penyebaran virus Korona jenis baru. Hal tersebut setelah pemerintah Singapura menaikkan risiko sistem waspada wabah penyakit itu ke level oranye atau level yang lebih berbahaya. TOTOARTIS

Dikutip JawaPos.com dari laman resmi KBRI Singapura, pihak KBRI mengimbau kepada penyelenggara perjalanan untuk membatalkan atau menunda kegiatan besar yang tidak terlalu penting. Kalaupun dilanjutkan, penyelenggara diminta melakukan langkah-langkah seperti pemasangan alat pemindai suhu badan dan beberapa prosedur lainnya.

Untuk saat ini, KBRI Singapura juga mengharapkan setiap WNI mengikuti langkah-langkah yang sudah ditetapkan otoritas setempat dalam kondisi status oranye. Langkah-langkah yang perlu diikuti yakni memeriksa kesehatan setiap hari di tempat kerja, menunda kegiatan antarsekolah, kegiatan di luar sekolah, hingga liburan sekolah berakhir pada bulan Maret 2020.

Selain itu, KBRI menyarankan juga untuk menghindari memegang muka bila tangan masih kotor, mengurangi bersalaman. Jika menemukan individu sakit di tempat bekerja atau berinteraksi, maka disarankan untuk menasehati individu itu untuk meninggalkan lokasi dan menemui dokter.

Ministry of Health (MoH) atau Kementerian Kesehatan Pemerintah Singapura menginformasikan hingga Jumat (7/2), terdapat tiga kasus baru positif novel coronavirus (2019-nCoV) atau virus Korona jenis baru. Total menjadi 33 orang teridentifikasi positif. BANDARTOGEL

Kasus ke-31 adalah warga negara Singapura berusia 53 tahun yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke Tiongkok dan tidak memiliki keterkaitan dengan kasus-kasus sebelumnya. Namun, dia pernah melakukan perjalanan ke Malaysia pada 6, 11, dan 17 Januari 2020.

Kasus ke-32 merupakan warga negara Singapura berusia 42 tahun yang tidak memiliki riwayat perjalanan sebelumnya ke Tiongkok, dan kasus ke-33 merupakan warga negara Singapura berusia 39 tahun, yang juga tidak memiliki riwayat perjalanan ke Tiongkok. Namun, dia telah melakukan perjalanan ke Malaysia pada 22-29 Januari.

Dari ke-33 kasus tersebut, 2 pasien telah dinyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit, dan sebagian besar dari 31 pasien berada dalam kondisi stabil. Dua pasien berada dalam kondisi kritis dan sedang dalam perawatan intensive care unit (ICU). Sampai 6 Februari, 310 dugaan kasus virus Korona di Singapura telah dinyatakan negatif, dan masih terdapat 147 kasus yang menunggu hasil tes.

Dengan perkembangan terakhir yg dinyatakan positif terkena virus Korona, namun tidak terkait dengan kasus-kasus sebelumnya dan tidak memilik riwayat perjalanan ke Tiongkok, pada Jumat (7/2), Pemerintah Singapura meningkatkan penilaian risiko Dorscon dari level kuning ke level oranye.

News Feed