by

Hiu dan Manta Muncul di Laut Dangkal Raja Ampat Saat Wisata Tutup

Jakarta – Penutupan pariwisata Raja Ampat untuk mencegah penyebaran COVID-19, rupanya berdampak positif bagi satwa yang hidup di sana. Hiu dan ikan pari manta yang selama ini malu-malu sekarang sudah bebas bermain di lautan.
Fenomena ini dijelaskan oleh Vice President Marine Asia-Pasific Field Division-Conservation International, Mark Erdmann dalam webinar New Normal Pariwisata di Raja Ampat. Erdmann mengungkapkan, berkurangnya kegiatan penyelaman telah menimbulkan perubahan perilaku fauna di Raja Ampat. SITUS POKER DAN DOMINOQQ TERPERCAYA

“Terumbu karang dan megafauna di Raja Ampat justru diberikan istirahat pada saat masa COVID ini karena kurang sekali orang diving. Di beberapa site dive (tempat penyelaman) yang dulu sangat crowded (ramai), sekarang terumbu karang justru dapat bertumbuh kembali tanpa ada divers atau snorkellers yang sering tabrak dengan dia,” ujarnya.

Selain itu, berkurangnya lalu lintas kapal juga mendorong hiu dan manta muncul di laut dangkal. Perilaku ini dulunya tak pernah terjadi karena satwa-satwa tersebut akan terganggu kebisingan dari kapal.

“Underwater noise atau bunyi-bunyi itu dari perahu, kapal, scuba sangat berkurang sehingga sekarang ada indikasi bahwa megafauna justru berubah perilaku. Manta dan hiu sudah makin sering dilihat di air dangkal atau tempat yang dulu jarang dilihat. Dan paus dan lumba-lumba pasti akan lebih senang ketika laut kosong dari kebisingan itu,” katanya.

Hal ini dikonfirmasi salah satu pemilik homestay di Raja Ampat, Stevani Arwakon yang turut memberikan komentar dalam webinar tersebut. SITUS KARTU TERPERCAYA

“Refleksi yang luar biasa, kami melihat manta, hiu dan duyung bermain sampai ke depan homestay,” ujar Stevani yang sementara ini beralih profesi dengan kembali ke laut untuk memancing dan menanam sayuran di kebun belakang rumahnya.

Raja Ampat memang terkenal sebagai rumah bagi berbagai macam fauna. Salah satu yang paling terkenal adalah manta. Menurut data dari Dinas Pariwisata Raja Ampat, manta ini berjumlah lebih dari 500 yang terdiri atas 400 spesies manta reef dan lebih dari 100 manta oseanik.

“Raja Ampat punya manta yang luar biasa. Mungkin di dunia hanya di Raja Ampat yang dua jenis Manta berbeda bisa hidup bersamaan dan ini tentunya harus kita jaga. Dengan upaya pengelolaan manta secara baik ini kita berharap manta di Raja Ampat tetap lestari kemudian juga wisatawan bisa menikmati keunikan manta lebih enak tanpa diganggu orang bergerombol,” kata Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo. POLOQQ

DAFTAR

News Feed